Pemimpin Norwegia bertemu dengan Pimpinan Ahmadiyah

8 Oct 2011

Dalam postingan sebelumnya, Masjid terbesar di Skandinavia - Masjid Baitul Nasr telah secara resmi dibuka oleh Mirza Masroor Ahmad. Masjid yang tujuannya adalah sebagai simbol perdamaian ini merupakan masjid Ahmadiyah yang dibiayai sendiri secara swadaya oleh para anggota Ahmadiyah di Norwegia.

Selama lawatannya ke Norwegia baru-baru ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Pimpinan tertinggi Jamaah Muslim Ahmadiyah diundang oleh Menteri Pertahanan pemerintah Norwegia saat ini, Grete Fareni dan juga untuk kedua kalinya mantan perdana Menteri Kjell Magne Bondevilk. Selama pertemuan dengan kedua pembesar tersebut menyambut Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ke Norwegia dan mengucapkan selamat kepada beliau atas pembukaan Masjid Baitul Nasr yang merupakan masjid terbesar di Skandinavia.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bertemu dengan Menteri Pertahanan Grete Faremo pada tanggal 30 Septermber 2011 di kantornya di kompleks Masjid Baitul Nasr. Pembicaraan berpusat pada serangan teroris baru baru ini di Norwegia yang terjadi tanggal 22 Juli 2011. Menteri pertahanan mengatakan tanggapan dari masyarakat Norwegia terhadap serangan teroris baru-baru lalu positif dan masyarakat semakin bersatu dan berkomitmen pada demokrasi di belakang tragedi.

Berbicara tentang peristiwa yang mengerikan, Hadhrat Mirza MAsroor Ahmad mengatakan:

“Negara telah memberikan pengorbanan besar. saya mengerti bahwa banyak dari mereka yang tewas pada 22 Juli masih sangat muda. Saya bisa menyadari rasa sakit yang negara anda alami. Karena pada suatu hari di bulan Mei tahun lalu, 86 anggota Muslim Ahmadi terbunuh oleh teroris di dua masjid kami di Lahore.Mereka hanya berkumpul untuk menunaikan shalat Jumat dan dibunuh secara biadab.”

Mereka juga berbicara tentang pentingnya intergrasi. Menteri pertahanan mempertanyakan apakah khotbah yang diberikan di masjid-masjid disampaikan dalam bahasa Norwegia atau bahasa urdu, yang ia diberitahu mereka menyampaikan khutbah dalam kedua bahasa. MEnteri pertahanan mengatakan bahwa ia senang melihat bahwa Masjid Ahmadiyah mendorong penggunaan bahasa Norwegia .

Pada 3 Oktober 2011. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bertemu dengan Mr. Kjell MAgne Bondevik yang telah dua kali memjabat sebagai perdana Menteri Norwegia, pertama antara tahun 1997 dan 2000 dan kedua antara 2001 dan 2005.

Mr. Bondevik menginformasikan Mirza Masroor Ahmad bahwa sejak meletakkan jabatannya sebagai perdana Menteri ia mendirikan “Oslo Center untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia’ yang tujuan utamanya adalah bekerja untuk mencapai perdamaian, HAM dan toleransi beragama di seluruh dunia.

Mereka kemudian membahas isu penganiayaan terhadap kelompok agama minoritas. Mr Bondevik mengatakan bahwa ia telah mengetahui dengan baik peristiwa penganiyaan terhadap Muslim Ahmadi di Pakistan dan sangat sedih terhadap hal itu. Dia mengatakan bahwa dia tulus percaya bahwa semua manusia dilahirkan sama dan diciptakan oleh Tuhan, oleh karena itu tidak ada ruang bagi diskriminasi di dunia ini.

Mr. Bondevik juga mengucapkan terimakasih terhadap Jamaah Muslim Ahmadiyah. Beliau mengatakan bahwa kaum Muslim Ahmadi telah mempertahankan hubungan yang penuh cinta dan menghormati beliau selama menjabat sebagai Perdana Menteri dan Pemerintahan juga setelah ia pergi.

Mereka juga membahas tentang pentingnya demokrasi sejati, dimana setiap warga negara memiliki hak untuk mengambil bagian sebagai anggota yang setara dalam masyarakat.

Hadhrat Masroor Ahmad mengatakan:

“Agar demokrasi benar-benar sukses adalah penting bahwa demokrasi diterima bukan hanya dalam nama tetapi juga dalam spirit. Saya berdoa agar anda berhasil dalam membantuk untuk membawa demokrasi sejati dan membangun perdamaian dan hak Asasi manusia di seluruh dunia.”

Further Info: Abid Khan press@ahmadiyya.org.uk

sumber: http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2011/10/norwegian-leaders-call-on-head-of.html


TAGS Ahmadiyah Masjid Terbesar Islam Norwegia Masjid Ahmadiyah Mirza Masroor Ahmad


-

Author

Follow Me