Ahmadiyah di Guatemala

15 Dec 2011

ahmadiyah-guatemalaMasjid Baitul Awwal terbuka bagi setiap orang beriman dari berbagai pemeluk agama yang mencari hubungan murni dengan Tuhan.

Imam Abdul Sattar Khan, Amir Jamaah Muslim Ahmadiyah di Guatemala mengakui bahwa hari ini nama Islam telah dikaitkan dengan terorisme yang muncul dari negara-negara Timur Tengah.

Namun pekerjaan jutaan pengikut Nabi Muhammad saw dari Jamaah Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia berusaha untuk menghapus noda ini.
Gerakan yang dimulai pada tahun 1989 telah muncul 100 tahun lalu di India, kata Alberto Gonzales, Sekjen Ahmadiyah di Guatemala.

“Tujuannya adalah untuk mengembalikan kemurnian agama dan pesan sejati dari Nabi Muhammad yang damai- dan bukan dengan kebencian,” katanya.

Saat ini Ahmadiyah memiliki sekitar 100 orang bergabung, semua berasal dari Guatemala kecuali Imam, yang merupakan penduduk asli Rabwah, Pakistan. Beliau adalah seorang mubaligh di Spanyol sebelum ke Guatemala.

Beberapa bergabung ke dalam Islam, dan yang lain seperti keluarga Montes Pena, warga Zone 5, tetap mempertahankan iman katolik mereka, tetapi secara rutin datang ke Masjid.

“Disini semua dipersilahkan, dan seperti yang tertulis dalam Alquran, tidak ada paksaan dalam agama,” kata Gonzalez.

Ahmadiyah memiliki Masjid di Huehuetenango, Quetzaltenango, Escuintla dan Sacatepquez, Guatemala dan telah menyebar ke El Salvador, Kolombia, Brasil, Ekuador, Panama, Chile dan Karibia.

Ahmadiyah telah ada di 200 negara di seluruh dunia dengan puluhan juta pengikut.

“Ini telah menjadi pengalaman yang baik, kata Imam.” Guatemala lebih terbuka, ramah dan dapat menerima tempat-tempat ibadah orang lain.”

Sumber: http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2011/12/guatemala-ahmadiyya-peaceful-sect-of.html


TAGS Ahmadiyah ISLAM TERORISME Nabi Muhammad


-

Author

Follow Me